close

MOHON JANGAN MEMBERIKAN KOMENTAR SPAM pada situs ini !!! Belajarlah BERTANGGUNG JAWAB, SERTAKAN LINK ANDA...Jazakallah Khairan.

Jika anda mendengar adzan segeralah lakukan shalat walau bagaimanapun kesibukan anda. Bacalah Al-Qur'an, lakukanlah pengkajian, dengarlah pengajian dan berdzikirlah. Jangan sia-siakan waktu anda untuk persoalan yang tidak berguna. Berusahalah membiasakan berbicara dengan bahasa Arab standard karena bahasa Arab standard merupakan salah satu syi'ar Islam. Jangan memperbanyak perdebatan dalam semua urusan walau bagaimanapun keadaannya, sebab pertengkaran tidak akan mendatangkan perbaikan. Jangan banyak tertawa, karena orang yang selalu berhubungan dengan Allah bersifat tenang dan serius. Jangan banyak bergurau, sebab ummat yang berjihad hanya mengenal keseriusan. Jangan bersuara keras melebihi yang diperlukan pendengar karena hal itu selain menyakitkan juga termasuk perbuatan bodoh. Jangan mengumpat seseorang, jangan merendahkan lembaga-lembaga Islam dan jangan berbicara kecuali dalam kebaikan. Berkenalanlah dengan saudara dan teman-teman yang Anda jumpai meskipun Anda tidak diminta memperkenalkan diri sebab dasar dakwah kita adalah kasih sayang dan persaudaran. Kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang Anda miliki, maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya. Kalau Anda berurusan persingkatlah pelaksanaannya.


 

Kehidupan adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran kebesaran-Nya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai.

Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justru itu, manfaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat. Senantiasalah kita teringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggungjawabkan pada kemudian hari.

Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah SWT kepada kita. Halalkan kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali. Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik sebanyak - banyaknya, dan buat jahat JANGAN sekali-kali.

Kewujudan website islam-muda.blogspot.com sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bernuansakan penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun, dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan akhlak dan jati diri insani.

 

Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih,
mencarinya adalah JIHAD, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub.
Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.


"Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Dan aku (Rasulullah) adalah sebaik-baik Salaf bagimu."
(H.R. Muslim)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan amal keburukannya"
(Tazkiyatus An-Nafs, 17)

Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata:
"Berapa banyak amalan kecil menjadi besar karena
niat, dan berapa banyak pula amalan besar menjadi kecil karena niat"
(Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam,12)

Said bin Jubair rahimahullah berkata :
"Celakalah orang yang tidak mengetahui sesuatu lalu ia mengatakan 'saya mengetahuinya' "
(Al-Adab Asy-Syar'iyyah,II/65)

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
"Kalaulah bukan karena ulama tentulah manusia seperti binatang"
(Minhaju Al Qashidin,12)

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata :
"Tidaklah aku ketahui suatu amalan yang lebih utama daripada menuntut ilmu dan menjaganya bagi siapa yang dikehendaki oleh Allah"
(Syarhus As-Sunnah,I/193)


Ta'aruf

....Carilah Ilmu Bermanfaat untuk Dunia dan Akherat......

Firdaus Bin Abdurrohman | Create Your Badge

Sabtu, 18 Juli 2009

Waktu Yang Tepat Untuk Bersenggama

"Penjelasan tentang masalah bersenggama dan waktunya,
dituturkan lewat susunan kata yang indah dalam beberapa bait."
Dengan nazham tersebut Syekh penazham mengawali penjelasannya tentang tata krama bersenggama dan waktu-waktu yang dianjurkan serta yang harus dihindari oleh orang yang hendak bersenggama. Juga hal-hal yang bertalian dengan tata krama lainya. Berikut ini bait-baitnya:
"Senggama dapat dilakukan setiap saat,
selain pada waktu yang akan diterangkan secara berurutan.
Didalam saat tersebut senggama bisa dimulai, wahai kawan,
seperti penjelasan yang terdapat pada surat An-Nisa'"

Syekh penazham menjelaskan, bahwa senggama dapat dilakukan setiap saat, baik siang maupun malam, kecuali pada waktu yang nanti akan dijelaskan, sebagaimana petunjuk yang terdapat dalam Al-Quran yaitu firman Allah Swt.:
"Istri-istri kalian adalah (seperti) tempat tanah kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki" (Qs. Al-Baqarah: 223)
Maksudnya, kapan saja kalian mau, baik siang maupun malam menurut beberapa tafsir atas ayat diatas. Ayat ini jugalah yang dimaksudkan oleh kata-kata penazham, seperti penjelasan pada surat An-Nisa', akan tetapi, bersenggama pada permulaan malam lebih utama. Oleh karena itu Syekh penazham mengingatkan dalam bait berikut ini:
"Namun senggama diawal malam lebih utama, ambillah pelajaran ini,
Pendapat lain mengatakan sebaliknya, maka yang awal itulah yang diisytiharkan"


Al-Imam Abu Abdullah bin Al-Hajji didalam kitab Al-Madkhal mengatakan, bahwa ada dipersilahkan memilih dalam melakukan senggama, baik diawal atau akhir malam. Akan tetapi, diawal malam lebih utama, sebab, waktu untuk mandi jinabat masih panjang dan cukup. Lain halnya kalau senggama dilakukan diakhir malam, terkadang waktu untuk mandi sangat sempit dan berjamaah shalat subuh terpaksa harus tertinggal, atau bahkan mengerjakan shalat subuh sudah keluar dari waktu yang utama, yaitu shalat diawal waktu.
Disamping itu, senggama diakhir malam sudah barang tentu dilakukan sesudah tidur, dan bau mulut pun sudah berubah tidak enak, sehingga dikhawatirkan akan mendatangkan rasa jijik dan berkurangnya gairah untuk memadu cinta kasih. Akibatnya, senggama dilakukan hanya bertujuan senggama, lain tidak. Padahal maksud dan tujuan senggama tidaklah demikian, yaitu untuk menanamkan rasa ulfah dan mahabbah, rasa damai dan cinta, serta saling mengasihi sebagai buah asmara yang tertanam didalam lubuk hati suami istri.
Pendapat tersebut ditentang oleh Imam Al-Ghazali. Beliau berpendapat, bahwa senggama yang dilakukan pada awal malam adalah makruh, karena orang (sesudah bersenggama) akan tidur dalam keadaan tidak suci. Sehubungan dengan pendapat Al-Ghazali ini, Syekh penazham mengingatkan melalui nazhamnya: waqiila bil-'aksi (pendapat lain mengatakan sebaliknya). Akan tetapi, pendapat yang mashur adalah pada awal malam, sebagaimana yang disampaikan penazham: wa awwalun syuhir (maka yang awal itulah yang diisytiharkan).


Selanjutnya Syekh penazham menjelaskan beberapa malam, dimana disunahkan didalamnya melakukan senggama, sebagaimana diuraikan pada bait nazham berikut ini:
"Senggama dimalam Jumat dan Senin benar-benar di sunahkan,
karena keutamaan malam itu tidak diragukan."
Syekh penazham menjelaskan, bahwa disunahkan bersenggama pada maka Jumat. Karena malam Jumat adalah malam yang paling utama diantara malam-malam lainya. Ini juga yang dimaksudkan Syekh penazham: bi lailatil ghuruubi dengan menetapkan salah satu takwil hadits berikut ini:
"Allah Swt. memberi rahmat kepada orang yang karena dirinya orang lain melakukan mandi dan ia sendiri melakukannya"

Syekh Suyuti mengatakan, bahwa hadits tersebut dikuatkan oleh hadits dari Abu Hurairah berikut ini:
"Apakah seseorang diantara kalian tidak mampu bersenggama bersama istrinya pada setiap hari Jumat? Sebab, baginya mendapat dua macam pahala, pahala dia melakukan mandi dan pahala istrinya juga melakukan mandi." (HR. Baihaqi)
Bersenggama itu disunahkan lebih banyak dilakukan dari pada hari-hari dan waktu yang telah disebutkan diatas. Hal itu dijelaskan oleh Syekh penazham melalui
nazhamnya berikut ini:
"Senggama dilakukan setelah tubuh terangsang, hai pemuda,
tubuh terasa ringan dan tidak sedang dilanda kesusahan."
Syekh penazham menjelaskan, bahwa termasuk kedalam tata krama bersenggama adalah senggama dilakukan setelah melakukan pendahuluan, misalnya bermain cinta, mencium pipi, tetek, perut, leher, dada, atau anggota tubuh lainnya, sehingga pendahuluan ini mampu membangkitkan nafsu dan membuatnya siap untuk memasuki pintu senggama yang sudah terbuka lebar dan siap menerima kenikmatan apapun yang bakal timbul. Hal ini dilakukan karena ada sabda Nabi Saw.:
"Janganlah salah seorang diantara kalian (bersenggama) dengan istrinya, seperti halnya hewan ternak. Sebaiknya antara keduanya menggunakan perantara. Ditanyakan, 'Apakah yang dimaksud dengan perantara itu?' Nabi Saw. menjawab,'Yakni ciuman dan rayuan."
Diantara tata krama senggama lainya adalah bersenggama dilakukan setelah perut terasa ringan dan tubuh benar-benar segar. Karena senggama dalam keadaan perut kenyang akan dapat menimbulkan rasa sakit, mengundang penyakit tulang, dan lain-lain. Oleh karena itu, bagi orang yang selalu menjaga kesehatan hal-hal seperti itu sebaiknya dihindari. Dikatakan, bahwa ada tiga perkara yang terkadang dapat mematikan seseorang, yaitu:
1. Bersetubuh dalam keadaan lapar.
2. Bersetubuh dalam keadaan sangat kenyang.
3. Bersetubuh setelah makan ikan dendeng kering.
Kata-kata Syekh penazham diatas diathafkan pada lafazh al-a'dhaa-u, yang berarti ringannya rasa susah, maksudnya, kesusahan tidak sedang melanda dirinya. Oleh karena itu sebenarnya susunan kata tersebut (ringannya rasa susah) tidak diperlukan lagi, karena ada kata-kata penazham: "Setelah tubuh terasa ringan". Jadi seolah-olah susunan kata tersebut hanya untuk menyempurnakan bait nazham.


Qurratul Uyun,
Syarah Nazham Ibnu Yamun

0 komentar:

Posting Komentar